Di era informasi ini, konsumen sekarang memiliki lebih banyak piliahan informasi dan media. Menurut studi ini, konsumen berusia 20 tahunan (disebut dengan digital natives) berpindah media 27 kali dalam sejam di luar jam kerja, sebanding dengan lebih dari 13 kali selama pertunjukan standar selama setengah jam di televisi. Mudah berpindahnya konsumen pada tayangan membuat pengiklan kudu berjuang keras merebut perhatian mereka.
Studi ini didukung oleh Time Warner’s dari Time Inc dan dilakukan oleh Boston’s Innerscope Research. Subjek kajian ini dibagi menjadi dua wilayah, yakni digital natives dan digital immigrant (konsumen yang tumbuh dalam teknologi lama, seperti televisi, radio, media cetak, dan berdaptasi dengan media baru). Imigran digital berganti media hanya 17 kali setiap jam. Sementara, digital natives 35 persen lebih banyak daripada imigran.
Waktu singkat yang disuguhkan konsumen dengan berbagai pilihan media, menurut Direktur Global Unilever Patti Wakeling seperti dikutip Adage Digital, pemasar harus pandai-pandai dalam berkomunikasi dalam waktu yang singkat pula.
Selain itu, strategi mengepung dari banyak arah juga bisa dilakukan. American Express, misalnya, selain menggenjot periklana di media cetak seperti majalah, juga melakukan publikasi di laman mobile, ponsel pintar, maupun aplikasi tablet. Demikian juga dengan Coca-Cola yang berinvestasi pada media online dan mobile.
Menurut survei Nielsen, pada kuartal keempat 2011, 45 persen orang Amerika yang memiliki tablet menggunakannya untuk menonton TV secara harian.






0 komentar:
Posting Komentar