Diberdayakan oleh Blogger.

Agus Lasmono, Triliuner Muda dari Batu Bara



 Majalah Forbes kembali merilis daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada 2010. Nilai kekayaan 40 orang super kaya itu mencapai US$71 miliar atau sekitar Rp640 triliun.

Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun lalu yang tercatat US$42 miliar atau hampir Rp380 triliun.

Pada urutan pertama, pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, tercatat sebagai orang paling kaya di Indonesia. Total kekayaannya senilai US$11 miliar atau hampir Rp100 triliun.

Di antara daftar orang terkaya itu terdapat tujuh pendatang baru dengan total kekayaan lebih dari US$8 miliar atau sekitar Rp72 triliun. Salah satu di antaranya adalah Agus Lasmono Sudwikatmono.

Kekayaan Agus mencapai US$845 juta atau sekitar Rp7,6 triliun. Melalui bisnisnya di industri batu bara, pria berusia 39 tahun itu kini menjadi wakil presiden komisaris pada perusahaan penambang batu bara, PT Indika Energy Tbk.
Indika Energy adalah perusahaan energi terpadu di Indonesia. Perusahaan menyediakan layanan solusi energi terintegrasi melalui diversifikasi investasi dalam bidang sumber daya energi, jasa, dan infrastruktur energi melalui investasi strategis di bidang produksi batu bara lewat PT Kideco Jaya Agung.

Sementara itu, di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi jasa melalui Tripatra, serta rekayasa, pertambangan, dan konstruksi serta jasa kontraktor lewat PT Petrosea Tbk. Untuk proyek pembangkit listrik, perusahaan menjalankan bisnis melalui PT Cirebon Electric Power.

Akhir November lalu, Indika telah menandatangani opsi perjanjian untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Mitrabahtera Segara Sejati, sebuah transportasi batu bara terpadu dan jasa logistik perusahaan dari keluarga Prasatya .

Setelah perjanjian itu, Indika Energy akan melakukan uji tuntas (due diligence) pada perusahaan pelayaran dan pengangkutan yang menyediakan jasa logistik batu bara domestik maupun internasional itu.

Sebelumnya, Indika melalui anak usahanya telah mengakuisisi 100 persen kepemilikan saham PT Satya Mitra Gas. Anak usaha perseroan tersebut adalah PT Indika Energy Infrastructure dan PT LPG Distribusi Indonesia.

Perseroan mengambil alih saham, termasuk aset perusahaan berupa tanah, peralatan, mesin, dan bangunan sebesar Rp5,37 miliar. Satya Mitra Gas merupakan perseroan yang bergerak di bidang bulk elpiji.
Transaksi besar Indika Energy lainnya adalah ketika telah merampungkan pengambilalihan 81,95 persen saham PT Petrosea Tbk pada Juli 2009.
Selama 2009, laba bersih konsolidasi Indika mencapai Rp725,67 miliar atau turun sebesar 33,10 persen dibandingkan perolehan 2008 sekitar Rp1,08 triliun.
Meski laba bersih turun, perseroan mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sekitar Rp2,17 triliun atau naik 5,9 persen dari sebelumnya Rp 2,04 triliun.

Berdasarkan data Forbes itu, Agus Lasmono berada di peringkat ke-24. Kekayaan Agus melampaui beberapa taipan senior seperti pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady (US$730 juta), Ciputra (US$725 juta), Hashim Djojohadikusumo (US$680 juta), Hary Tanoesoedibjo (US$595 juta), dan Prajogo Pangestu (US$455 juta). (hs)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Marketing : Mengenal Perilaku Konsumen Muda



wartching TV Konsumen Muda Ganti Kanal 27 Kali Sejam
Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/97/Family_watching_television_1958.jpg
Di era informasi ini, konsumen sekarang memiliki lebih banyak piliahan informasi dan media. Menurut studi ini, konsumen berusia 20 tahunan (disebut dengan digital natives) berpindah media 27 kali dalam sejam di luar jam kerja, sebanding dengan lebih dari 13 kali selama pertunjukan standar selama setengah jam di televisi. Mudah berpindahnya konsumen pada tayangan membuat pengiklan kudu berjuang keras merebut perhatian mereka.
Studi ini didukung oleh Time Warner’s dari Time Inc dan dilakukan oleh Boston’s Innerscope Research. Subjek kajian ini dibagi menjadi dua wilayah, yakni digital natives dan digital immigrant (konsumen yang tumbuh dalam teknologi lama, seperti televisi, radio, media cetak, dan berdaptasi dengan media baru). Imigran digital berganti media hanya 17 kali setiap jam. Sementara, digital natives 35 persen lebih banyak daripada imigran.
Waktu singkat yang disuguhkan konsumen dengan berbagai pilihan media, menurut Direktur Global Unilever Patti Wakeling seperti dikutip Adage Digital, pemasar harus pandai-pandai dalam berkomunikasi dalam waktu yang singkat pula.
Selain itu, strategi mengepung dari banyak arah juga bisa dilakukan. American Express, misalnya, selain menggenjot periklana  di media cetak seperti majalah, juga melakukan publikasi di laman mobile, ponsel pintar, maupun aplikasi tablet. Demikian juga dengan Coca-Cola yang berinvestasi pada media online dan mobile.
Menurut survei Nielsen, pada kuartal keempat 2011, 45 persen orang Amerika yang memiliki tablet menggunakannya untuk menonton TV secara harian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semangat Motivasi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS